Senja di Saint Petersburg, Yorick menatap aliran tenang Sungai Neva, sambil mengingat kembali kalimat sakti Sang Nenek, orang tua tunggalnya sejak kecil.

Satu-satunya orang yang ia miliki itu memang tak bisa membelikan apa-apa yang ia inginkan, namun telah memberi cara bagaimana ia bisa membeli semua yang ia butuhkan, bukan saja yang sekadar ia inginkan.

“Aku bangga, walaupun aku tidak punya apa-apa, tidak punya keluarga seperti yang lain, tidak diajari dan dimentori, tapi aku punya Nenek yang tidak dimiliki orang lain. Nenek, adalah "maha guru" dengan seribu pelajaran.”

Pendaki sejati tak akan pernah turun gunung sebelum ia bisa mencapai puncaknya. Petarung tangguh meski sekarat, tak mungkin menyerah sebelum ia bisa menjadikan badai sebagai sahabat. Penyelam ulung, hanya akan muncul ke permukaan setelah mutiara laut berada dalam genggaman.

The beginning is always the hardest.

The winner dare to fight alone.

Rp. 89.000 (Soft Cover)

Share on

Dapat dibeli juga

Novel Yorick dapat dibeli juga di

Type a sentence or word you want to search for, And press Enter.
back to top